<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577</id><updated>2011-08-07T10:04:11.761-07:00</updated><category term='HIKMAH'/><category term='Jalan tak disangka'/><title type='text'>SENYUM ALI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-7045937527318873316</id><published>2009-12-14T23:59:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T00:23:52.979-08:00</updated><title type='text'>YANG TIDAK BISA DIKATAKAN AYAH...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SydHJqIXbuI/AAAAAAAAAFo/Ejgi70azOGg/s1600-h/ayah.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SydHJqIXbuI/AAAAAAAAAFo/Ejgi70azOGg/s400/ayah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415375308190084834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja  diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,  yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Akan  sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.. Lalu bagaimana dengan  Papa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan  keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang  mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,  Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi  tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan  seharian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan  kecil......Papa biasanya mengajari putri  kecilnya naik sepeda. Dan  setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di   sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu  roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu  terluka....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan  membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena  dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;Pada saat kamu menangis merengek  meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa  akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;tidak  sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu  menjadi  anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat  dipenuhi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang  sedikit  membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air  dingin!". Berbeda dengan Mama yang  memperhatikan dan menasihatimu dengan  lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan  keadaanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja..... Kamu mulai menuntut  pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan  mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk  menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar  biasa  berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar  sambil membanting  pintu.. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu  agar tidak marah adalah  Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa  memejamkan matanya dan menahan gejolak  dalam batinnya, Bahwa Papa sangat  ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS   menjagamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 255);"&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau  bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool  sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang  ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa  cemburu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit  peraturan  untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam  malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu   pulang dengan hati yang sangat khawatir...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Dan setelah perasaan khawatir  itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati  Papa akan mengeras  dan Papa memarahimu.. .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sadarkah kamu, bahwa ini  karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri  kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Setelah lulus SMA, Papa  akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang  Dokter atau  Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata -  mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap  tersenyum dan mendukungmu  saat pilihanmu tidak  sesuai dengan keinginan  Papa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah  dikota lain... Papa harus  melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan  Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat  ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Padahal Papa ingin sekali  menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya  menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata  "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu  KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Disaat kamu butuh uang  untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang  mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar  anaknya bisa merasa sama  dengan teman-temannya yang lain. Ketika  permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa  tahu ia tidak  bisa memberikan yang kamu inginkan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut  Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat  ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu  bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa  adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan  tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang  tidak manja  berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Sampai saat seorang  teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu  darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa  tahu.....&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya  nanti. Dan akhirnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Saat Papa melihatmu duduk di Panggung  Pelaminan bersama seseorang Lelaki  yang di anggapnya pantas menggantikannya,  Papa pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia  itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis  karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya  kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah  selesai dengan  baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang  cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Setelah itu Papa  hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya  yang sesekali datang  untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah  dan semakin memutih.... Dan  badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa  telah menyelesaikan tugasnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Papa, Ayah, Bapak, atau Abah  kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia  tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia  ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin  bahwa "KAMU BISA" &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;dalam segala hal..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;Saya mendapatkan notes ini dari  seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada  teman-teman ku yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa  dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini  kita mengerti apa yang &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;tersembunyi dibalik hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-7045937527318873316?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/7045937527318873316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/yang-tidak-bisa-dikatakan-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7045937527318873316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7045937527318873316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/yang-tidak-bisa-dikatakan-ayah.html' title='YANG TIDAK BISA DIKATAKAN AYAH...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SydHJqIXbuI/AAAAAAAAAFo/Ejgi70azOGg/s72-c/ayah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-7951509028415616653</id><published>2009-12-13T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T00:02:05.705-08:00</updated><title type='text'>Oalah..SEMUT...SEMUT...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyXvZ-SVlxI/AAAAAAAAAFY/1MQbrtiPOc8/s1600-h/SEMUT.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyXvZ-SVlxI/AAAAAAAAAFY/1MQbrtiPOc8/s320/SEMUT.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414997356478568210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCCCC;"&gt;Huh ... lelahnya aku,...seharian menyelesaikan pekerjaan kantor yang tak habis-habisnya. Kurebahkan tubuhku di lantai depan televisi, sementara kubiarkan TV menyala untuk tetap menjaga agar aku tidak terlelap. Suhu yang sedikit panas memaksaku membuka kemeja dan membiarkan kulitku bersentuhan dengan sejuknya lantai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCC66;"&gt;"aaauww ... brengsek!" gumamku. Segera kutepis sesuatu yang menggigit lenganku hingga ia terjatuh di lantai, ternyata seekor semut hitam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCC66;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCC66;"&gt;"Kurang ajar! Apa ia tidak mengerti kepalaku begitu penat dan tubuhku ini seperti mau hancur? Apa ia juga tidak tahu kalau aku sedang beristirahat?" pikirku seraya kembali merebahkan tubuhku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCFFFF;"&gt;Tapi, belum sampai seluruh tubuh ini jatuh menempel lantai, "addduuhhh!" Lagi-lagi semut kecil itu menggigitku. Kali ini punggungku yang digigitnya dan gigitannya pun lebih sakit. "heeeh, berani sekali makhluk kecil ini," gerutuku kesal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFFFCC;"&gt;Ingin rasanya kulayangkan tapak tangan ini untuk membuatnya mati tak berkutik 'mejret' di lantai. Namun sebelum tanganku melayang, ia justru sudah mengacung-acungkan kepalan tangannya seperti menantangku bertinju. Kuturunkan kembali tanganku yang sudah berancang-ancang dengan jurus 'tepokan maut', kuurungkan niatku untuk menghajarnya karena kulihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFFFCC;"&gt;mulutnya yang komat-kamit seolah mengatakan sesuatu kepadaku. Awalnya aku tidak mengerti apa yang diucapkannya, tapi lama kelamaan aku seperti memahami apa yang diucapkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCFFFF;"&gt;"Hey makhluk besar, anda menghalangi jalan saya! Apa anda tidak lihat saya sedang membawa makanan ini untuk keluarga saya di rumah ..." Rupanya ia begitu marah karena aku menghambat perjalanannya, lebih-lebih sewaktu punggungku menindihnya sehingga ia harus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCFFFF;"&gt;terpaksa menggigitku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCFF;"&gt;Akhirnya kupersilahkan ia melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya aku meminta maaf kepadanya. Susah payah ia membawa sisa-sisa roti bekas sarapanku pagi tadi yang belum sempat kubersihkan dari meja makan. Kadang oleng ke kanan kadang ke kiri, sesekali ia berhenti meletakkan barang bawaannya sekedarmengumpulkan tenaganya sembari membasuh peluhnya yang mulai membasahi tubuh hitamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;Kuikuti terus kemana ia pergi. Ingin tahu aku di pojok mana ia tinggal dari bagian rumahku ini. Ingin kutawarkan bantuan untuk membantunya membawakan makanan itu ke rumahnya, tapi aku yakin ia pasti menolaknya. Berhentilah ia di sebuah sudut di samping lemari es sebelah dapur. Di depan sebuah lubang kecil yang menganga, ia letakkan bawaannya itu dan kulihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;seolah ia sedang memanggil-manggil semut-semut di dalam lubang itu. Satu, dua, tiga .... empat dan .... lima semut-semut yang tubuhnya lebih kecil dari semut yang membawa makanan itu berlarian keluar rumah menyambut dengan sukaria makanan yang dibawa semut pertama itu. Dan, eh ... satu lagi semut yang besarnya sama dengan pembawa roti keluar dari lubang. Dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;senyumnya yang manis ia mendekati si pembawa roti, menciumnya, memeluknya dan membasuh keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh semut pembawa makanan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;Hmmm ... menurutku, si pembawa roti itu adalah kepala keluarga dari semut-semut yang berada di dalam lubang tersebut. Kelima semut-semut yang lebih kecil adalah anak-anaknya sementara satu semut lagi adalah istri di pembawa roti, itu terlihat dari perutnya yang agak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#99FF99;"&gt;buncit. "Mungkin ia sedang mengandung anak ke enamnya" pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCFF;"&gt;Semut suami yang sabar, ikhlas berjuang, gigih mencari nafkah dan penuh kasih sayang. Semut istri tawadhu' dan qonaah menerima apa adanya dengan penuh senyum setiap rizki yang dibawa oleh sang suami, juga ibu yang selalu memberikan pengertian dan mengajarkan anak-anak mereka dalam mensyukuri nikmat Tuhannya. Dan, anak-anak semut itu, subhanallah ... mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCCCFF;"&gt;begitu pandai berterima kasih dan menghargai pemberian ayah mereka meski sedikit. Sungguh suami yang dibanggakan, sungguh istri yang membanggakan dan sungguh anak-anak yang membuat ayah ibunya bangga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#66FF99;"&gt;Astaghfirullah ..., tiba-tiba tubuhku menggigil, lemas seperti tiada daya dan brukkk .... aku tersungkur. Kuciumi jalan-jalan yang pernah dilalui semut-semut itu hingga menetes beberapa titik air mataku. Teringat semua di mataku ribuan wajah semut-semut yang pernah aku hajar 'mejret' hingga mati berkalang lantai ketika mereka mencuri makananku. Padahal, mereka hanya mengambil sisa-sisa makanan, padahal yang mereka ambil juga merupakan hak mereka atas rizki yang aku terima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#CCFFFF;"&gt;Air mataku makin deras mengalir membasahi pipi, semakin terbayang tangisan-tangisan anak-anak dan istri semut-semut itu yang tengah menanti ayah dan suami mereka, namun yang mereka dapatkan bukan makanan melainkan justru seonggok jenazah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;Ya, Allah ... keluarga semut itu telah mengajarkan kepadaku tentang perjuangan hidup, tentang kesabaran, tentang harga diri yang harus dipertahankan ketika terusik, tentang bagaimana mencintai keluarga dan dicintai mereka. Mereka ajari aku caranya mensyukuri nikmat Tuhan, tentang bagaimana perlunya ikhlas, sabar, tawadhu' dan qonaah dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF99FF;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCC66;"&gt;Hari-hari selanjutnya, ketika hendak merebahkan tubuh di lantai di bagian manapun rumahku aku selalu memperhatikan apakah aku menghambat dan menghalangi langkah atau jalan makhluk lainnya untuk mendapatkan rizki. Ingin rasanya aku hantarkan sepotong makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FFCC66;"&gt;setiap tiga kali sehari ke lubang-lubang tempat tinggal semut-semut itu. Tapi kupikir, lebih baik aku memberinya jalan atau bahkan mempermudahnya agar ia dapat memperoleh dengan keringatnya sendiri rizki tersebut, karena itu jauh lebih baik bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-7951509028415616653?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/7951509028415616653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/oalahsemutsemut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7951509028415616653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7951509028415616653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/oalahsemutsemut.html' title='Oalah..SEMUT...SEMUT...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyXvZ-SVlxI/AAAAAAAAAFY/1MQbrtiPOc8/s72-c/SEMUT.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-7778405752219910379</id><published>2009-12-11T01:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T01:34:52.292-08:00</updated><title type='text'>Siapa Menabur..Ia kan Menuai..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyISLfFeWLI/AAAAAAAAAFQ/cERo1lDwp5c/s1600-h/IMG0138A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyISLfFeWLI/AAAAAAAAAFQ/cERo1lDwp5c/s400/IMG0138A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413909690585077938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan,tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya. Ternyata rumah sipemuda kedua sangat bagus,  besar,megah, dan mewah... Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang di berikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan. Sipemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Sipemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak  mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini ? Namanya FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi ? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Tahukah saudara siapa nama pemuda itu ? Namanya WINSTON CHURCHIL -- PM Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan -- Ia menuai kebaikan pula -- cita-citanya terkabul,ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidah sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah churchil ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-7778405752219910379?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/7778405752219910379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/siapa-menaburia-kan-menuai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7778405752219910379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/7778405752219910379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/siapa-menaburia-kan-menuai.html' title='Siapa Menabur..Ia kan Menuai..'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SyISLfFeWLI/AAAAAAAAAFQ/cERo1lDwp5c/s72-c/IMG0138A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-8351277129888935532</id><published>2009-12-08T01:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T01:10:35.037-08:00</updated><title type='text'>MISI HIDUP....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sx4XvozZEiI/AAAAAAAAAFI/ii_9x10m8Mo/s1600-h/wanita+jualan.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 129px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sx4XvozZEiI/AAAAAAAAAFI/ii_9x10m8Mo/s400/wanita+jualan.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412789909320176162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka disela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut  yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan  membuatnya sibuk meladeni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun. "Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit?  Sekali lagi ia terkekeh, "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?" katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini  berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam  sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran  karyanya, sebagaimana wanita  tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 255);"&gt;Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-8351277129888935532?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/8351277129888935532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/misi-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8351277129888935532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8351277129888935532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/misi-hidup.html' title='MISI HIDUP....'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sx4XvozZEiI/AAAAAAAAAFI/ii_9x10m8Mo/s72-c/wanita+jualan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-492605664154857534</id><published>2009-12-06T17:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T17:27:18.568-08:00</updated><title type='text'>SYAIR PENJUAL KACANG...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxxZtXbpAHI/AAAAAAAAAFA/L2c0BaTHeoI/s1600-h/IMG0390A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxxZtXbpAHI/AAAAAAAAAFA/L2c0BaTHeoI/s400/IMG0390A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412299488111427698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAIR PENJUAL KACANG*&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib (1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habib , seorang yang dikasihi oleh banyak orang dan senantiasa didambakan kemuliaan hatinya, malam itu mengimami sholat isya suatu jamaah yang terdiri dari para pejabat negara dan pemuka masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan adatnya, sesudah tahiyyat akhir diakhiri dengan salam, Al-Habib langsung membalikan tubuhnya, menghadapkan wajahnya kepada para jamaah dan menyorotkan matanya tajam-tajam. "Salah seorang dari kalian keluarlah sejenak dari ruang ini, " katanya, "Di halaman depan sedang berdiri seorang penjual kacang godok.Keluarkan sebagian dari uang kalian, belilah barang beberapa bungkus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang langsung berdiri dan berlari keluar, dan kembali ke ruangan beberapa saat kemudian. "Makanlah kalian semua," lanjut Al-Habib, "Makanlah biji-biji kacang itu, yang diciptakan oleh Alloh dengan kemuliaan , yang dijual oleh kemuliaan dan dibeli oleh kemuliaan." Para jamaah tak begitu memahami kata-kata Al-habib,sehingga sambil menguliti dan memakan kacang, wajah mereka tampak kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap penerimaan dan pengeluaran uang," kata Al-Habib, "hendaklah dipertimbangkan berdasarkan nilai kemuliaan.Bagaimana mencari uang, bagaimana sifat proses datangnya uang ke saku kalian, untuk apa dan kepada siapa uang itu dibelanjakan atau diberikan, akan menjadi ibadah yang tinggi derajatnya apabila diberangkatkan dari perhitungan untuk memperoleh kemuliaan." "Tetapi ya Habib," seorang bertanya, "apa hubungan antara kita beli kacang malam ini dengan kemuliaan?" Al-habib menjawab, "Penjual kacang itu bekerja sampai larut malam atau bahkan sampai menjelang pagi.Ia menyusuri jalanan, menembus gang-gang kota dan kampung-kampung.Di malam hari pada umumnya orang tidur, tetapi penjual kacang itu amat yakin bahwa Alloh membagi rejeki bahkan kepada seekor nyamuk pun.Itu taqwa namanya. Berbeda dari sebagian kalian yang sering tak yakin akan kemurahan Alloh, sehingga cemas dan untuk menghilangkan kecemasan hidupnya ia lantas melakukan korupsi, menjilat atasan serta bersedia melakukan dosa apa pun&lt;br /&gt;saja asal mendatangkan uang." Suasana menjadi hening.Para jamaah menundukkan kepala dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Al-Habib meneruskan, "Istri dan anak penjual kacang itu menunggu di rumah,  Meunggu dua atau tiga ribu rupiah hasil kerja semalaman.Mereka ikhlas dalam keadaan itu.Penjual kacang itu tidak mencuri atau memperoleh uang secara jalan pintas  lainnya.Kalau ia punya situasi mental mencuri, tidaklah ia akan tahan berjam-jam berjualan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Punyakah kalian ketahanan mental setinggi itu?" Al-Habib bertanya, "Lebih muliakah kalian dibanding penjual kacang itu, atau ia lebih mulia dari kalian? Lebih rendahkah derajat penjual kacang itu dibanding kalian, atau di mata Alloh ia lebih tinggi maqom-nya dari kalian? Kalau demikian, kenapa dihati kalian selalu ada perasaan dan anggapan bahwa seorang penjual kacang adalah orang rendah dan orang kecil?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika akhirnya Al-Habib mengatakan, "Mahamulia Alloh yang menciptakan kacang, sangat mulia si penjual kacang itu dalam pekerjaannya, serta mulia pulalah kalian yang membeli kacang berdasar makrifat terhadap kemuliaan....". Salah seorang berteriak, melompat dan memeluk tubuh Al -Habib erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* dari :&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib&lt;br /&gt;Seribu masjid Satu jumlahnya&lt;br /&gt;Tahajjud cinta seorang hamba&lt;br /&gt;Penerbit Mizan 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-492605664154857534?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/492605664154857534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/syair-penjual-kacang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/492605664154857534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/492605664154857534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/syair-penjual-kacang.html' title='SYAIR PENJUAL KACANG...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxxZtXbpAHI/AAAAAAAAAFA/L2c0BaTHeoI/s72-c/IMG0390A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-1959413731668349221</id><published>2009-12-03T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T20:15:52.351-08:00</updated><title type='text'>MANUSIA GEROBAK....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxiM8AYRYlI/AAAAAAAAAE4/I-wsFf8j1N8/s1600-h/manusia+gerobak+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxiM8AYRYlI/AAAAAAAAAE4/I-wsFf8j1N8/s400/manusia+gerobak+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411229914807493202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Manusia Gerobak"&lt;br /&gt; Harian Republika, Rabu, 21 Nopember 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  =================================&lt;br /&gt; Hari masih gelap. Matahari belum keluar. Satu dua kendaraan melintas. Namun derunya tak mengganggu dua bocah kecil. Mereka lelap dalam gerobak .. di kawasan Menteng, Jakarta.  Seorang gadis mungil menggeliat. Matanya terpejam rapat. Di sebelahnya,&lt;br /&gt;bocah lelaki meringkuk dengan mata setengah terbuka.  Sayup terdengar panggilan ibunda tersayang. "Ayo bangun, sudah siang." Si ibu menyingkap atap plastik yang menyelubungi mereka di dalam gerobak. Digoyangnya tubuh gadis dan bujang kecilnya, sehingga keduanya terbangun enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Atap plastik digulung. Keduanya, Lala dan Slamet, turun lewat bawah gerobak yang rupanya dibuka dengan sistem knock down.  Tanpa banyak kata, keduanya pindah ke tepi jalan di sebelah gerobak. Keduanya jongkok terbengong. Tatap mereka kosong, meski terarah pada arus lalu lintas yang mulai ramai. Mereka menunggu si ibu yang melipat plastik dan tumpukan pakaian yang telah digunakan sebagai bantal. Si ayah tak&lt;br /&gt;terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Si ibu memasukkan seluruh pakaian itu ke dalam plastik "kresek" hitam. Lalu ia sampirkan pada pegangan gerobak. Dengan rambut semrawut, perempuan itu memutar arah gerobaknya. Ia memanggil kedua permata hatinya untuk mengikutinya. Dengan rasa  nggan, keduanya tetap bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bertiga mereka menuju Kali Gresik di Jl Sutan Sjahrir. Si ibu turun ke dasar kali membuka pakaian dan menyiram tubuhnya dengan air yang mengalir dari gorong-gorong yang mengalirkan limbah air perumahan elite Menteng. Separuh kakinya terbenam dalam  Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia memanggil kedua anaknya dan memandikannya dengan air yang sama. Ia cuci juga pakaian anaknya dan menjemurnya di pepohonan di pinggir kali.  "Sebetulnya air itu bersih," kata perempuan itu. Nun jauh di dalam gorong-gorong, menurut dia, ada pipa PAM pecah. Air itu mengalir terus ke kali. Dan ia menggunakannya untuk mandi dan mencuci pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari mulai terang. Deru mobil hiruk-pikuk. Perempatan Jl Teuku Umar mulai ramai.  amun perempuan yang setengah telanjang itu tak terusik. Ia tampaknya juga tak  terganggu mata-mata risih yang memandangnya dari balik jendela kendaraan. Badannya  yang tanpa busana memunggungi pandangan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah berganti pakaian, mereka kembali ke gerobak yang diparkir di tepi jalan. Kali ini sang ayah, dengan rokok di mulutnya, menanti dan siap mengajak mereka  berkeliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dedeh. Sebutlah begitu namanya. Sudah hampir setahun, ia tinggal di tepi Jalan Jawa bersama suami dan dua anak bocahnya. Mereka hidup layaknya kaum Gipsy yang berpindah tempat. Namun idealismenya berbeda. Gipsy berpindah dengan karavan karena memang  kebiasaan hidup. Dedeh melakoninya karena keterpaksaan. Sebuah rumah dan pekerjaan bagi penduduk Jakarta amatlah mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk memiliki, untuk mengontrak pun terlalu sulit. Jangankan pula untuk mengontrak rumah, untuk makan pun tak cukup. pendapatan mereka hanya untuk sekali makan dalam sehari.  Dedeh dan suaminya hanya memiliki sebuah gerobak butut untuk tempat tinggal. Di situ, ia beserta suami dan anaknya tidur. Di situ juga ia menyimpan sedikit pakaian. Dengan alat itu juga mereka hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Siang hari, gerobak adalah media kerja. Dengan benda roda dua yang dibeli seharga Rp 125 ribu itu, Dedeh dan suaminya Ripto (bukan nama sebenarnya), mengais rezeki.  mereka memunguti koran, bungkus rokok, kertas, botol kemasan air, dan tentu saja kardus bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Untuk makan saja kami keteteran," kata Ripto. Ia mengaku malu telah gagal sebagai suami dan orang tua seraya menunjuk dua anaknya yang badannya makin kurus. Penghasilannya dari mengumpulkan barang bekas tak mencapai Rp 10 ribu. Padahal keluarganya terdiri dari empat orang. Dengan uang itu, ia kadang hanya makan sekali atau paling banyak dua kali sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lala dan Slamet sebetulnya dua dari empat anak mereka. Keduanya dalam kondisi sakit dan sulit sembuh. Batuk dan suhu badan mereka tinggi, sulit turun lantaran tidur pun dilakukan di udara terbuka. Dari hidung mereka meleleh cairan kental kehijauan. Ripto tak punya pilihan. Ia tetap membawa kedua anaknya bekerja, atau kadang  meninggalkan  mereka bermain di tepi kali, hingga ia pulang membawa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang anaknya meninggal sesaat setelah dilahirkan. Satu lagi yang lebih besar telah mencari uang sendiri-menjadi pengamen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ripto biasa membawa anak-anaknya bekerja. Ia mendorong gerobaknya dari rumah ke rumah. Mereka mengorek isi tempat sampah untuk mencari benda yang masih bisa ditukar dengan sebungkus makanan. Pagi, saat orang membersihkan rumah dan membuang benda yang  dianggap tak berguna, adalah waktu bekerja bagi Ripto dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ripto bukan satu-satunya yang melakukan pekerjaan itu. Di Jl Jawa sedikitnya terdapat 25 gerobak. Anak balita kerap tampak berkeliaran di tepi jalan. Berpakaian lusuh. Kulit kotor dan berkoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di Jl Tanjung, Jl Sutan Sjahrir, Stasiun Cikini dan Gondangdia, serta jalan-jalan lain di sekitar Menteng, gerobak dan anak-anak menjadi pemandangan rutin. Dan barangkali orang pun akan memandangnya sebagai manusia biasa ... yang tak kekurangan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Kami semua senasib. Makanya seperti saudara," kata Ripto yang berasal dari Jawa Tengah. Mereka berasal dari daerah berbeda. Dedeh dari Lampung. Keluarga Jiran dari Surabaya, Ramly dari Tangerang, dan banyak lagi yang seolah hidup menyatu dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepanjang siang mereka berkeliaran. Baru menjelang sore, kelompok gerobak ini membawa temuan mereka ke sebuah agen di dekat Stasiun Gondangdia. Kertas dan aneka barang bekas lainnya ditukar dengan uang yang tak seberapa. Biasanya satu kilogram  kertas bekas dihargai Rp 150 hingga Rp 250. Setelah&lt;br /&gt;memperoleh uang mereka pulang kembali ke Jl Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lala dan Slamet, serta bocah-bocah lain kawan mereka, terbiasa dengan kehidupan itu. Mereka duduk dalam gerobak, menjadi satu dengan kardus dan botol bekas, selagi ayah dan ibu mereka berkeliling. Kadang yang terlihat hanya kepala mereka, menyembul di antara tumpukan kardus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti layaknya pekerja, mereka juga punya jam istirahat. Siang sekitar pukul 13.00 adalah saat mereka mengaso. Lihat saja tepi Kali Gresik. Di bawah pepohonan, mereka menggelar alas dan merebahkan badan-lalu terlelap sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Momen ini kadang dimanfaatkan Lala dan Slamet, dua anak berusia tujuh dan empat tahun, mengemis di perempatan jalan. "Lumayan juga hasilnya. Kadang bisa untuk beli nasi," kata Dedeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia bercerita, anaknya, Slamet sudah memasuki usia sekolah. Namun sekolah bukan perkara sederhana. Butuh seragam, baju sekolah, dan tentu saja biaya. Bagi dia yang rumah dan kadang untuk makan pun tiada, jalan dan alam raya adalah pilihan  atu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kapasitas gerobak yang sangat terbatas tak memungkinkan Dedeh leluasa bergerak. Tak seperti keluarga lain yang hidup normal, Dedeh bahkan tak pernah memasak. Ia tak  punya kompor dan panci atau alat memasak lainnya. "Di mana kami bisa masak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alasannya bukan sekadar lantaran ia hidup berpindah, tetapi juga karena tak ada tempat menyimpan. Belum lagi jika ada penertiban. Memasak di taman tentu terlarang. Dan ia tak mau mengambil risiko alat-alatnya diangkut saat ia sedang menanak nasi.  Bisa mengaso di depan pagar rumah mewah tanpa diusir saja, menurut dia, sudah  merupakan anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebungkus nasi dengan lauk tempe goreng kini mencapai Rp 2.000. Dengan penghasilan suaminya yang hanya Rp 6.000 hingga Rp 10 ribu, ia hanya bisa membeli tiga bungkus. Untuk mengisi waktu, suaminya masih merasa perlu merokok dan anaknya kadang meminta jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjelang malam baru Dedeh dan anaknya kembali ke Jl Jawa. Setelah memesan dua bungkus nasi yang dimakan berempat, mereka bersiap tidur. Ny Dedeh menggelar  kardusnya di tepi jalan. Sementara suaminya menyulut sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di tepi jalan depan rumah mewah, Dedeh menidurkan dua bocahnya yang segera  terlelap. Malam itu, cuaca cukup cerah. Ia bergegas menutup gerobak dengan plastik yang biasanya hanya dipasang saat hujan. Suaminya memberi isyarat  untuk berada di dalam gerobak, berdua saja, tanpa anak-anak. Dedeh cukup mengerti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-1959413731668349221?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/1959413731668349221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/manusia-gerobak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/1959413731668349221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/1959413731668349221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/manusia-gerobak.html' title='MANUSIA GEROBAK....'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxiM8AYRYlI/AAAAAAAAAE4/I-wsFf8j1N8/s72-c/manusia+gerobak+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-3967351058193591222</id><published>2009-12-01T14:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T15:03:29.127-08:00</updated><title type='text'>InsyaAllah Rejeki dan Jodoh Nggak akan Ketuker...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxWenQLjtJI/AAAAAAAAAEQ/A1MCTlZCOcw/s1600/images3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 91px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxWenQLjtJI/AAAAAAAAAEQ/A1MCTlZCOcw/s400/images3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410404924551050386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan 8 Januari 1995 Ry, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku. Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama "gadis pujaanku" sejak 2 tahun yang lalu. Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi "gadis pujaanku", Ry!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Januari 1995 Hari ini perasaanku kacau ,Ry. Setelah melihat "gadis pujaanku" bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. "Si gadis pujaanku" digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku? Aku bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Januari 1995 Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti. Pokoknya hari ini hari beteeee banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Februari 1995 Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males, nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata "si gadis pujaanku" udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih  ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih&lt;br /&gt;ada kesempatan lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Februari 1995 Ry, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, " si gadis pujaanku" potong rambut, brondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya mata Ry, kamu bakalan jadi  sainganku dech! Percaya nggak ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 April 1995 Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi pengen EBTANAS, nich! Kira-kira "si gadis pujaanku" masuk SMU mana ya? Masuk ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk! N'tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juli 1995 Eh Ry, sekarang aku udah kelas III SMU, nich! Udah gede yah, walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!! Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry, "si gadis pujaanku" ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata "gadis pujaanku" pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juli 1995 Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. "si gadis pujaanku" lagi MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya (kaya pemulung aja, ya!). Tapi "si gadis pujaanku" itu tetep aja cuaantik! Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku! (bener, lho!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juli 1995 Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet, dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis. Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang salahku juga sih, curhat di belakang buku matek's (habis lagi bete sih!). Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi, itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak " Woro-woro! Ada kabar gembira lho, Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!". Dasar gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juli 1995 Surprise!! Hari ini "si gadis pujaanku" berangkat ke sekolah dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry. Nggak apa-apa dong, Ry!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 November 1995 Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! "Si gadis pujaanku" banyak berubah. What's happened with my girl? Awalnya dia potong rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Maret 1996 Hari ini aku nekat ngikutin dia,Ry. Kebetulan hari ini kan hari minggu, lagi libur sekolah. Tapi "si gadis pujaanku " seperti biasa dengan jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya? Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan judul "INDAHNYA ISLAM", aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan "... Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu". Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan olehku, Ry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Oktober 1996 Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar yang berjudul "Nidzon Istima'i fil Islam" (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar (memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Januari 1997&lt;br /&gt;Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan "si gadis pujaanku". "Kalau memang jodoh nggak akan kemana", begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Februari 2001, empat tahun kemudian ... Lama aku nggak punya catatan harian, Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan "si gadis pujaanku"? Sekarang aku sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE. Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalo jodoh memang tak kan kemana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan tertukar rezekimu.......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-3967351058193591222?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/3967351058193591222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/insyaallah-rejeki-dan-jodoh-nggak-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3967351058193591222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3967351058193591222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/12/insyaallah-rejeki-dan-jodoh-nggak-akan.html' title='InsyaAllah Rejeki dan Jodoh Nggak akan Ketuker...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxWenQLjtJI/AAAAAAAAAEQ/A1MCTlZCOcw/s72-c/images3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-5200489891932555917</id><published>2009-11-30T23:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T00:04:27.478-08:00</updated><title type='text'>Pohon....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTN-RWklOI/AAAAAAAAAEI/r8OQd6YSLXM/s1600/pohon+karang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 130px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTN-RWklOI/AAAAAAAAAEI/r8OQd6YSLXM/s400/pohon+karang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410175522072466658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika. Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pohon itu sama sekalai tidak sedap dipandang mata. Tingginya kurang dari 2 meter dengan batang agak pioih dan melintir. Hanya sebagian cabang ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon itu menjadi terkenal karena tumbuh di atas batu granit yang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;keras. Tingginya sekitar 100 meter di atas permukaan laut, menghadang langsung ke arah Samudera Pasifik yang anginnya keras mendera.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang muncul keluar,langsung hancur diterpa angin Pasifik yang kencang. Terkadang pohon itu tumbuh agak besar tapi badai kembali memporak-porandakannya. Sekalipun demikian akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya. Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak keruan.&lt;br /&gt;Oleh orang Amerika pohon tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;seakan-akan memberi pelajaran kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan dan gelombang kehidupan. Ada beberapa hal yang perlu dipahami.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255); font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;Pertama, selama hidup kita tidak bisa bebas dari masalah karena masalah adalah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255); font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;bagian dari kehidupan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255); font-style: italic;font-family:courier new;" &gt;Kedua, masalah tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga positif. Bila seseorang mampu mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:verdana;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-5200489891932555917?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/5200489891932555917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/pohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5200489891932555917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5200489891932555917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/pohon.html' title='Pohon....'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTN-RWklOI/AAAAAAAAAEI/r8OQd6YSLXM/s72-c/pohon+karang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-8023137303693886406</id><published>2009-11-30T23:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T23:48:17.252-08:00</updated><title type='text'>TUJUH RATUS PERAK...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTKM2yut5I/AAAAAAAAAD4/Plh8vSvTmeY/s1600/ibu+anak+miskin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTKM2yut5I/AAAAAAAAAD4/Plh8vSvTmeY/s200/ibu+anak+miskin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410171374594340754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;...cerita ini kutemukan di file salah satu temanku, mudah2an dia ikhlas ceritanya ake sebarkan....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Hari ini hari senin. Kepalaku masih saja terasa pening. Dan itu berarti aku harus&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;istirahat dari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kerjaku. Dua hari yang lalu aku terjatuh saat bermain bola dengan kawan2 kompleks di&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;lapangan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;tanggung. Meski kurang layak disebut lapangan bola, tempat itu cukup ramai bila tiba&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;sore hari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;selepas ashar.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Saat itu, perhatianku terus saja tertuju pada anak kecil di sudut lapangan yang ikut&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;hanyut&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;menonton pertandingan bola. Sesekali dia diusik orang sebelahnya untuk sedikit&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;menepi. Bahkan ada&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;anak kira-kira sebaya dengannya dengan tubuh agak gemuk dan dari pakaiannya ...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;sepertinya anak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;orang kaya, mendorong anak kecil kurus itu seakan2 mengusirnya. Kenapa yah ? .....&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Dan hari ini ... karena aku tidak masuk kerja, kuniatkan untuk berjalan ke luar&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;rumah sekedar&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;menyegarkan pikiran yang sumpek di kamar setelah istirahat dua hari. Cuaca&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;sepertinya tidak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;mendukung niatku. Gerimis pun turun dan belum berhenti sejak subuh tadi. Dinginnya&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;pun masih terasa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;di pagi buta seperti ini. Dan setelah mengganti gamis dan sarungku yang kupakai&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;shalat subuh dengan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kaos dan sweater dingin, mulailah kulangkahkan kakiku yang sedikit lemas keluar rumah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Dingin sekali ..., mataharipun belum menampakkan sorotannya. Dengan payung yang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;melindungiku dari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;gerimis, Ingin rasanya kubatalkan niatku. Tapi begitu pandanganku tertuju pada&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;maling kecil yang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;berlari melintasi halamanku, spontan saja aku teriak "Hey ... jangan lari !!!".&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Tunggu .... apa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;tadi aku menyebut maling kecil ?, ah setidaknya anggapan itulah yang tiba-tiba&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;muncul dalam benakku&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;di pagi buta gerimis dan sepi ini ditingkah bocah kecil yang berlari seperti dikejar&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;setan. Sambil&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;menghilangkan prasangkaku, kuhampiri dia yang juga berhenti dan melangkah mendekatiku.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rupanya dia anak kecil sore itu. Kutanya ada apa dengannya. Dia pun menjawab tidak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;ada apa-apa. Ia&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;hanya menjalankan kegiatan rutinnya. Namanya Muhammad ichsan, orang-orang biasa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;memanggilnya&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;ceking, mungkin karena tubuhnya yang kecil. Subuh selepas Shalat ia harus segera ke&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;toko Mang Jaja&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;untuk mengambil koran. Dijualnya dengan taruhan untung rugi yang menantang, dan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;sorenya harus&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kembali untuk menyetor hasil jualan korannya pada mang Jaja. Malam hari, ia harus ke&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;pasar malam&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;untuk menyemir sepatu orang-orang yang mampir makan di warung2 kecil. Dan setelah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;pasar malam sepi,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dikumpulkannya plastik minuman dan kardus bekas untuk dikumpul dan dijual. Begitu&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;setiap harinya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Meski agak kurang enak, kutanya juga pendapatannya seharian. Sambil sedikit malu ia&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;menjawab "wah,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;gak pernah kepikiran bang. seringnya sih rugi ... jualan koran sering gak habis, yah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;terpaksa duit&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;hasil nyemir nambal setoran mang Jaja. Biasa sih sehari bisa nabung empat atau lima&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;ratus perak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;bang, kalau warung nasi banyak pembeli (maksudnya biar bisa nyemir banyak) bisa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;tujuh ratus deh&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;bang, Lumayan bang bisa buat makan adik dan ibu". Saat itu aku tidak habis pikir,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;tujuh ratus perak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;untuk makan tiga orang ?, aku saja untuk sekali makan di warung nasi bisa enam&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;sampai sepuluh ribu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Rupanya adiknya juga diajak jualan koran dan nyemir sepatu, ibunya jualan kerupuk&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dirumah sementara&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;ia sudah tidak punya ayah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Begitu berartinya baginya uang recehan seratus dua ratus perak yang tanpa itu bisa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;mengurangi jatah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;makan ibu dan adiknya. Sementara sebagian kita kadang menganggap remeh recehan kecil&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;yang menjadi&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;karunia besar bagi orang lain. Hari ini mereka bisa makan nasi dengan sepotong ikan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;asin bertiga,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;yang besok mungkin tidak bisa dinikmati karena setoran mang Jaja harus dibayar.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Siang ini&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;barangkali si Ceking, ibu dan adiknya bisa sedikit kenyang, yang malam nanti mungkin&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;harus tidur&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kelaparan karena duit makan kurang dua-tiga ratus perak.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Tanpa sadar, aku dan Muhammad ichsan masih berdiri di depan rumahku. Matahari sudah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;mulai sedikit&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;terang. Dengan segan-segan, muhammad ichsan mendekat untuk numpang berteduh di&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;payungku. "Aduh,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;maaf bang ... saya harus cepat. Kalau tidak, jatah koran saya sedikit bang."&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Sambil tersenyum, kuajak dia mampir ke rumahku. Kamipun sarapan bersama, dan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;berbincang-bincang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;lebih lama. Kuberi juga ia uang sekedarnya agar ia bisa sedikit istirahat beberapa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;hari ini dari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kerja kerasnya. Dan setelah ia pamit, aku pun termenung. Termenung tentang permainan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;uang yang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;tanpa tanggung oleh pejabat tinggi, tentang kekikiran orang-orang yang sok dermawan,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dan tentang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kerja keras orang-orang macam si Ceking, eh, Muhammad ichsan untuk tujuh ratus perak&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;demi makan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;keluarganya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Satu minggu setelah itu, selepas bermain bola di lapangan tanggung, ku dapati di&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;depan rumahku&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;amplop usang berisi uang dan selembar surat dengan tulisan yang agak susah aku baca.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;"Terima kasih bang, uangnya saya kembalikan. Ibu sudah bisa bekerja lagi. Maaf kalau&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;uangnya bukan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;untuk makan, tapi buat beli obat ibu yang seharusnya baru terbeli satu dua bulan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;lagi. Salam dari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;ibu dan adik saya ...."&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;                                                                         (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-8023137303693886406?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/8023137303693886406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/tujuh-ratus-perak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8023137303693886406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8023137303693886406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/tujuh-ratus-perak.html' title='TUJUH RATUS PERAK...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTKM2yut5I/AAAAAAAAAD4/Plh8vSvTmeY/s72-c/ibu+anak+miskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-666317896958636222</id><published>2009-11-30T23:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T23:35:36.992-08:00</updated><title type='text'>KEYS TO LOVE...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTG2zu1NSI/AAAAAAAAADo/cVGS46AmLto/s1600/IMG_0970.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTG2zu1NSI/AAAAAAAAADo/cVGS46AmLto/s400/IMG_0970.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410167697280677154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;The key to love is understanding...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;the ability to comprehend not only the spoken word,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;but those unspoken gestures,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;the little things that say so much by themselves...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;The key to love is forgiveness...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;to accept each other's faults and pardon mistakes,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;without forgetting - but with remembering what you learn from them...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;The key to love is trust...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;though dark doubts lie in hollowed thoughts,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;it must shine brightly on with reassuring radiance&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;that suppresses fear with faith...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;The key to love is sharing...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;facing your good fortunes as well as the bad, together&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;both conquering problems - forever searching for ways&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;to intensify your happiness...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;The key to love is giving...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;without thought of return,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;but with the hope of just a simple smile and by giving in,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;but never up...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;The key to love is respect...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;realizing that you are two separate people with different ideas,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;that you don't belong to each other,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;but that you belong with each other and share a mutual bond...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;The key to love is inside us all...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;it takes time and patience to unlock all the ingredients&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;that will take you to its threshold,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;it is a continual learning process that demands a lot of work...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;but the rewards are more than worth the effort...&lt;br /&gt;                                                                                                        &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;(dari berbagai sumber....)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-666317896958636222?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/666317896958636222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/keys-to-love.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/666317896958636222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/666317896958636222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/keys-to-love.html' title='KEYS TO LOVE...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxTG2zu1NSI/AAAAAAAAADo/cVGS46AmLto/s72-c/IMG_0970.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-5893572330556359145</id><published>2009-11-30T01:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T17:09:05.247-08:00</updated><title type='text'>Belajar Memaafkan dan Melupakan....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOSYx3cesI/AAAAAAAAADg/_OOU6TW6K9s/s1600/6731_1030955911421_1751096431_68146_4099021_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 426px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOSYx3cesI/AAAAAAAAADg/_OOU6TW6K9s/s200/6731_1030955911421_1751096431_68146_4099021_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409828531802503874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Memaafkan&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Ada sebuah cerita mengenai dua orang sahabat yang berjalan melalui gurun&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;pasir.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Pada suatu kali dalam perjalanan itu, mereka bertengkar,dan salah seorang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;dari mereka menampar pipi yang lain.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Orang yang mendapat tamparan terluka hatinya, tapi dengan tanpa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;mengatakan sepatah kata pun, ia menulis di pasir: "HARI INI TEMAN BAIKKU &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;MENAMPAR PIPIKU".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Mereka melanjutkan perjalanan sampai menemukan sebuah oasis, dimana&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;mereka memutuskan untuk mandi di sana. Waktu itu orang yang menerima &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;tamparan dan sakit hatinya, tenggelam dan temannya berhasil &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;menyelamatkannya. Setelah pulih dari rasa takutnya, ia menulis di sebuah &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;batu: "HARI INI TEMAN BAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya, bertanya,"Mengapa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;setelah saya menyakitimu kamu menulis di pasir, dan sekarang kamu menulis&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;di batu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Yang ditanya tersenyum dan menjawab: "Saat seorang teman menyakiti kita,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;kita harus menuliskannya di pasir, dimana angin maaf akan bertugas&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;menghapusnya, dan saat sesuatu yang hebat terjadi, kita harus memahatnya &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;di batu kenangan di hati, dimana tidak ada angin yang dapat menghapusnya."&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 153); font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Belajarlah untuk menulis di pasir.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-5893572330556359145?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/5893572330556359145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/belajar-memaafkan-dan-melupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5893572330556359145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5893572330556359145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/belajar-memaafkan-dan-melupakan.html' title='Belajar Memaafkan dan Melupakan....'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOSYx3cesI/AAAAAAAAADg/_OOU6TW6K9s/s72-c/6731_1030955911421_1751096431_68146_4099021_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-2056765527102111334</id><published>2009-11-30T01:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T01:31:37.530-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Keledai....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOQ6YVuWYI/AAAAAAAAADY/kTkspaL3g7o/s1600/IMG0130A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOQ6YVuWYI/AAAAAAAAADY/kTkspaL3g7o/s200/IMG0130A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409826910042478978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 255, 153);"&gt;semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;berbahaya);&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;ke dalam sumur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;menjadi diam.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;tercengang karena apa yang dilihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;kotor ke atas punggung hewan itu,si keledai terus juga&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;menguncangkan badannya dan melangkah naik.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;meloncati tepi sumur dan melarikan diri !&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;~~~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;beban pikiran) adalah dengan menguncangkan segala tanah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;pijakan untuk melangkah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;melangkahlah naik !!!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;miliki saat ini !"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-2056765527102111334?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/2056765527102111334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-keledai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/2056765527102111334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/2056765527102111334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-keledai.html' title='Belajar dari Keledai....'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SxOQ6YVuWYI/AAAAAAAAADY/kTkspaL3g7o/s72-c/IMG0130A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-5174740032090968425</id><published>2009-09-25T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T00:42:55.539-07:00</updated><title type='text'>YA ALLAH...SHALATI KAMI...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SrxztDWUwkI/AAAAAAAAADQ/V5yg-fPKb6o/s1600-h/IMG0805A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SrxztDWUwkI/AAAAAAAAADQ/V5yg-fPKb6o/s200/IMG0805A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385306472258519618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Ya Rab…&lt;br /&gt;Bimbing dzikir kami, sukurkan kami, sempurnakan ibadah kami….(Al-Hadist)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Bagaimana caranya agar Allah menshalatkan kita ?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Di awal shalat akui sangat lemahnya dan terbatasnya kesadaran manusia. Fitrah manusia adalah lalai dan lupa, manusia gudangnya salah dan lupa (hadits). Pada waktu shalat mohon kepada Allah agar kesadaran Ilahi diturunkan kepada kita, jangan sekali-kali mengandalkan kesadaran manusia. Sekarang berapa lama tingkat kesadaran manusia ? sungguh minimalis. Kalau mengandalkan kesadaran kita manusia, pasti lelah, capek, bosan dan berakhir stagnan. Kita tahu bahwa ilmu, kekuatan, kemampuan manusia serba terbatas. Hilangkan kemanusiaanya, tingkatkan kesadaran berketuhanan (fana’kan diri). Artinya dengan hanya bersama Allah (billah) ilmu dan kesadaran kita tidak terbatas, mampu menembus ruangan-ruangan spiriual tanpa batas. Adapun langkah-langkah konkrit sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Hambakan serendah-rendahnya kepada Allah…!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Ya Allah hamba tidak mampu shalat sendiri, shalatkan….&lt;br /&gt;Rukukkan hamba yang sesuai dengan ruku’-MU…&lt;br /&gt;I’tidalkan hamba yang betul-betul kembali kepada-MU…&lt;br /&gt;Sujudkan hamba pada sebenar-benarnya sujud…&lt;br /&gt;Dudukkan hamba yang betul menghormat-MU…&lt;br /&gt;Dzikirkan hamba yang murni hanya memuja-MU…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);font-size:130%;" &gt;SEMOGA ALLAH BERKEHENDAK&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-5174740032090968425?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/5174740032090968425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/09/ya-allahshalati-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5174740032090968425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5174740032090968425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/09/ya-allahshalati-kami.html' title='YA ALLAH...SHALATI KAMI...!'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SrxztDWUwkI/AAAAAAAAADQ/V5yg-fPKb6o/s72-c/IMG0805A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-4074615995115884625</id><published>2009-04-13T01:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T01:54:44.933-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA HATI SAYA SELALU MERASA BAHAGIA???</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SeL9vlhsgDI/AAAAAAAAADI/73UcNepZ8gU/s1600-h/marijan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324096703474466866" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 91px; CURSOR: hand; HEIGHT: 109px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SeL9vlhsgDI/AAAAAAAAADI/73UcNepZ8gU/s200/marijan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffcc33;"&gt;Siang itu, seperti biasa aku lihat kepala cabang-ku sedang mondar-mandir di depan kantor. Itu pemandangan yang rutin yang aku liat tiap menjelang jam makan siang. Kerut-kerut diwajah keras khas Batak-nya, dapat aku tafsirkan adanya kegelisahan yang mendalam dalam relung hatinya. Apakah itu....entah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Pemandangan yang berbanding terbalik dengan Mbah Sud, pedagang asongan keliling yang diantara renta dan kriput kulit pipinya, senantiasa tergambar sudut kedua bibir yang naik ke atas. Dengan "eblas" ia tawarkan kacang garing dan gedang godognya. Entah udah berapa tahun ia begitu setia dengan kedua dagangannya itu, namun kebahagiaan yang mendalam senantiasa terpancar dari wajahnya....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Hatiku tersentak...PAsti ada yang membuat mbah Sud selalu bahagia. Tergesa aku cari mbah Sud dan segera kutanyakan apa rahasia di balik semua itu....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Dengan terkekeh, mbah Sud berkata : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;"Sajane ono limang perkoro sing nggarai urip tentrem lan ayem...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;1. Gak tau ngiling2 keberhasilan sing biyen2, termasuk wedi kegagalan masa lampau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;2. Seneng dan manteb karo urip saiki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;3. Manteb ngadepi urip d masa depan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;4. Gak ngiling2 salahe liyan nyang awake dewe lan mesti iso nyepuro...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;5. Gak wedi karo anggepane uwong, sing diwedeni anggepane gusti Allah nyang awake dewe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Nyessss....sedikit, namun manteb dan begitu mengena dan kayaknya sangat cocok untuk disampaikan ke kepala cabang-ku. TApi berani gak ya nyampeinnya...?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-4074615995115884625?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/4074615995115884625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/04/mengapa-hati-saya-selalu-merasa-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/4074615995115884625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/4074615995115884625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/04/mengapa-hati-saya-selalu-merasa-bahagia.html' title='MENGAPA HATI SAYA SELALU MERASA BAHAGIA???'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SeL9vlhsgDI/AAAAAAAAADI/73UcNepZ8gU/s72-c/marijan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-8717370209088829730</id><published>2009-03-05T07:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T08:16:53.929-08:00</updated><title type='text'>KARIKATUR...? WHY NOT...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa_6go2re5I/AAAAAAAAACI/YwvKjaIF18Y/s1600-h/meme.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309737924322622354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 355px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa_6go2re5I/AAAAAAAAACI/YwvKjaIF18Y/s400/meme.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Terkadang kita bingung akan memberikan apa pada teman kerja atau pimpinan yang mutasi/pindah tempat kerja. KARIKATUR bisa jadi salah satu alternatifnya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;Tidak bisa buat karikatur sendiri???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#99ff99;"&gt;Mudah, hubungi saja 08125271706 atau 0321-5179290&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#99ff99;"&gt;Atau contact : Ibrahim/Cak Wib Jl. Raya Jemursari No. 06 Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#99ff99;"&gt;Jl. Rajasanegara No. 16 Mojokerto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;Dapatkan harga spesial :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;* 1 karikatur ukuran gambar 10 R (termasuk pigora kayu) hanya Rp. 100.000,00 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;(belum termasuk ongkos kirim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;Cara pemesanan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;1. Kirim foto teman/pimpinan yang mau pindah dalam bentuk JPG ke &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:alilatahzani@yahoo.co.id"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;a href="mailto:alilatahzani@yahoo.co.id."&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;alilatahzani@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;.&lt;/a&gt; Bila ada foto2 kebersamaan lain yang ingin ditampilkan dalam karikatur, silahkan disertakan juga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;2. Transfer biaya ke Rek Mandiri No 1410004502464 a/n Ibrahim Hadi Wibowo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;3. Konfirmasi tentang pengiriman foto dan biaya ke 08125271706 atau 0321-5179290&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;4. Karikatur menarik InsyaAllah akan sampai ke tangan anda max 7 hari dan siap dijadikan kenangan tak terlupakan bagi teman/pimpinan tercinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ffffcc;"&gt;Woke? Jangan Tunggu Kenagan itu berlalu begitu saja tanpa jejak...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-8717370209088829730?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/8717370209088829730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/03/karikatur-why-not.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8717370209088829730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8717370209088829730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/03/karikatur-why-not.html' title='KARIKATUR...? WHY NOT...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa_6go2re5I/AAAAAAAAACI/YwvKjaIF18Y/s72-c/meme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-6257365136791470730</id><published>2009-03-05T00:07:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T23:19:26.808-08:00</updated><title type='text'>KETIKA ALLOH BILANG TIDAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa-MV9hMvlI/AAAAAAAAABw/kS8V8VlTCGo/s1600-h/100_0472.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309616794612055634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa-MV9hMvlI/AAAAAAAAABw/kS8V8VlTCGo/s200/100_0472.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.Allah menjawab, Tidak.Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.Allah menjawab, Tidak.Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.Allah menjawab, Tidak.Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffff00;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.Allah menjawab, Tidak.Aku memberimu berkah. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.Allah menjawab, Tidak.&lt;br /&gt;Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffff33;"&gt;Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.Allah menjawab, Tidak.Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkasnya untuk membuatmu berbuah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcc66;"&gt;Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.Allah menjawab, Tidak.Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffcc;"&gt;Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;&lt;strong&gt;HARI INI ADALAH MILIKMU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;&lt;strong&gt;JANGAN SIA-SIAKAN&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#66ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;Bagi dunia, kamu mungkin hanyalah seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;Tetapi bagi seseorang, kamu adalah dunianya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-6257365136791470730?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/6257365136791470730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/03/ketika-alloh-bilang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/6257365136791470730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/6257365136791470730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/03/ketika-alloh-bilang-tidak.html' title='KETIKA ALLOH BILANG TIDAK'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/Sa-MV9hMvlI/AAAAAAAAABw/kS8V8VlTCGo/s72-c/100_0472.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-5112789762681826763</id><published>2009-01-15T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T03:07:01.719-08:00</updated><title type='text'>LUARBIASANYA SUJUUUUUD...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SW71IGZIhAI/AAAAAAAAABY/p1Kt9WvgzX4/s1600-h/IMG0430A.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291436131710698498" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SW71IGZIhAI/AAAAAAAAABY/p1Kt9WvgzX4/s200/IMG0430A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kata Rasulullah Saw, “Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud....” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra) Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)? Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari. Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya? Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah. Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya. Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. “....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud,” perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.’” (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan. Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah-berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Mintalah!” Saya menjawab, “Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada permohonan lainnya?” Saya menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud.” Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya banyak bersujud di hadapan-Nya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-5112789762681826763?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/5112789762681826763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/01/luarbiasanya-sujuuuuud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5112789762681826763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5112789762681826763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2009/01/luarbiasanya-sujuuuuud.html' title='LUARBIASANYA SUJUUUUUD...'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SW71IGZIhAI/AAAAAAAAABY/p1Kt9WvgzX4/s72-c/IMG0430A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-5842316002561223429</id><published>2008-12-30T16:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T16:33:36.128-08:00</updated><title type='text'>Kebohongan-Kebohongan Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVq90sQaGdI/AAAAAAAAABQ/-CPlJq4C-xc/s1600-h/IMG0130A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285745825603525074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVq90sQaGdI/AAAAAAAAABQ/-CPlJq4C-xc/s200/IMG0130A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Sebuah artikel yang aku dapatkan dari millist motivasi Islam, semoga makin menggerakkan hati kita untuk lebih sayang kepada ibu kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;==============================================&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMAKetika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUASekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGAKetika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPATSetelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMASetelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAMSetelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUHSetelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.*******Sayangilah Ibumu, sesuai dengan perintah Rasulullah saw. " Berbaktilah pada Ibumu, Ibumu, Ibumu".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-5842316002561223429?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/5842316002561223429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/kebohongan-kebohongan-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5842316002561223429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/5842316002561223429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/kebohongan-kebohongan-ibu.html' title='Kebohongan-Kebohongan Ibu'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVq90sQaGdI/AAAAAAAAABQ/-CPlJq4C-xc/s72-c/IMG0130A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-2622518874158486671</id><published>2008-12-26T01:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T01:59:30.542-08:00</updated><title type='text'>Orang Miskin tak Boleh Sakit? Udah basi. Yang Bener, Orang yang Ekomomi Menengah Yang Gak Boleh Sakit</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVShpYZ5P2I/AAAAAAAAABI/r1yJFrrQEps/s1600-h/IMG0463A.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284025995110203234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVShpYZ5P2I/AAAAAAAAABI/r1yJFrrQEps/s320/IMG0463A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin, Dian Sari putrinya Pak Lik-ku masuk rumah sakit. DHF. Trombositnya udah mendekati angka 100.000. Betapa paniknya bulik ketika dokter puskesmas menyarankan untuk ngamar di RS. Bayangan berapa banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh bulik untuk membayar ongkos rumah sakit membuat pening kepala bulik. Penghasilan paklik sebagai tukang becak hanya cukup untuk makan sehari hari, bayar sekolah Agus (anak pertama paklik) sehingga praktis tak punya tabungan yang cukup untuk membiayai Dian ngamar di RS.&lt;br /&gt;Untunglah penjelasan dokter tentang pembebasan biaya ngamar, karena keluarga paklik masuk anggota Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yakni program pemerintah yang menjamin keluarga miskin di Indonesia seperti keluarga paklik mendapatkan pelayanan kesehatan cuma-cuma namun berkualitas hanya dengan menunjukkan kartu Jamkesmas.&lt;br /&gt;Sudut bibir bulik makin terangkat ke atas saat mendapati memang benar tidak sepeserpun uang dikeluarkan untuk biaya perawatan dan pengobatan Dian di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kebahagiaan paklik dan bulik tidak diikuti oleh tetanggaku Pak Joko. Rumah warisan orang tuanya yang besar dan bagus menggugurkan Pak Joko menjadi anggota Jamkesmas, walaupun penghasilannya tak jauh beda dengan penghasilan Paklik. Petugas kelurahan yang melakukan survey tidak memasukkan keluarga pak Joko sebagai keluarga miskin. Dampaknya, ketika Sari anak Pak Joko ngamar di rumah sakit pak Joko harus hutang sana hutang sini untuk membayar kurang lebih 750.000 biaya ngamar Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, sakit, kecelakaan dan meninggal adalah resiko sosial yang dapat dialami siapa saja dan dapat menyebabkan seseorang "miskin mendadak" akibat berkurang/hilangnya penghasilan.&lt;br /&gt;Pemerintah melaui Askes, Jamsostek, JAmkesmas telah berusaha menjamin ketika warganya sakit, tidak lagi direpotkan oleh urusan biaya. Pegawai negeri sipil dilindusngi oleh Askes, Para pekerja dan buruh telah dilindungi Jamsostek, TNI polri dilindungi oleh ASABRI, Masyarakat miskin dilindungi oleh Jamkesmas.&lt;br /&gt;Namun sepertinya ada satu golongan lagi yang belum tercover program pemerintah tersebut. YAkni masyarakat pra sejahtera, yang sedang berjuang beralih dari masyarakat miskin menjadi masyarakat sejahtera. Tukang batu, tukang ojek, pedagang kaki lima dll. Kebanyakan mereka sudah punya rumah yang layak, penghasilan yang lumayan. Tabungan pun ada. Namun apakah mereka akan bisa tetap bertahan jika ada keluarga mereka yang masuk rumah sakit (apalagi biaya rumah sakit makin membumbung saat ini). Jangan-jangan mereka akan kembali terpuruk dalam kemiskinan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamsostek memberikan solusi. Sekarang saudara2 kita yang tidak bekerja di sektor formal telah dapat menjadi peserta program Jamsostek. Baikl sendiri-sendiri maupun kelompok. Gimana caranya? Hubungi kantor Jamsostek terdekat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-2622518874158486671?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/2622518874158486671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/orang-miskin-tak-boleh-sakit-udah-basi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/2622518874158486671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/2622518874158486671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/orang-miskin-tak-boleh-sakit-udah-basi.html' title='Orang Miskin tak Boleh Sakit? Udah basi. Yang Bener, Orang yang Ekomomi Menengah Yang Gak Boleh Sakit'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SVShpYZ5P2I/AAAAAAAAABI/r1yJFrrQEps/s72-c/IMG0463A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-8830163600133983237</id><published>2008-12-16T02:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T02:44:29.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan tak disangka'/><title type='text'>Kalung Bio FIR, Alternatif Solusi Kesehatan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUeGT_YNmYI/AAAAAAAAABA/aiVb_RHQwHg/s1600-h/gmb-bio2.gif"&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280336766103820674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 236px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUeGT_YNmYI/AAAAAAAAABA/aiVb_RHQwHg/s320/gmb-bio2.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Kenapa Orang bisa Sakit ?&lt;br /&gt;1 mengkonsumsi pola makan yang tidak seimbang ,bukan berarti makan tidak teratur untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehat adalah 80% mengandung sayur sayuran dan 20% mengandung karbohidrat ,setiap hari yang sering kita makan nasi sama ikan pagi hari mau berangkat aktifitas kita makan nasi pecel siang hari kita makan sate malam hari kita makan gule bila setiap hari kita makan nasi sama ikan terus menerus akibatnya darah kita menjadi kental dan membuat jantung sebagai pemompa darah menjadi tidak stabil/ normal sebagaimana kita tahu pada saat oranga masuk rumah sakit yang pertama kali diperiksa adalah darah untuk menganalisa penyakit jadi darah merupakan awal dari penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang bisa sakit ?&lt;br /&gt;2 istirahat (tidur) kurang ,untuk kebutuhan tubuh sehat setiap hari kita harus istirahat (tidur) antara 6 sampai 9 jam tetapi kenyataanya siang hari kita bekerja dan aktivitas ,sore hari berkumpul dengan keluarga malam harinnya kita nonton acara televisi sehingga kita mengabaikan untuk beristirahat bila itu sering dilakukan maka tubuh menjadi lemas dan gampang terkena penyakit.&lt;br /&gt;Kenapa orang bisa sakit ?&lt;br /&gt;3 Malas Olahraga, sebagaimana kita tahu bahwa fungsi olahraga adalah membantu sirkulasi peredaran darah diabad yang sudah modern ini mungkin karena kesibukan kita tidak ada waktu untuk olahraga .&lt;br /&gt;Dari ketiga hal tersebut apabila terdapat dalam tubuh kita maka kita akan mudah terserang penyakit mulanya pening ,migran, apabila dibiarkan nafsu makan berkurang jika dibiarkan lagi akan menjadi penyakit kelas berat seperti kolesterol ,tekanan darah tinggi ,diabetes dan sebagainya apabila orang sudah terkena penyakit demikian maka selama sisa hidupnya akan mengkonsumsi obat kalau tida akan bertambah parah Produk ini adalah batu alam merupakan batu ciptaan Alloh sebagimana kita tahu dalam Islam bahwa Alloh menciptakan batu- batuan dan tumbuhan adalah untuk kepentingan manusia bukan berarti kita percaya akan batu segala sesuatu baik penyakit ataupun kesembuhan datangnya dari Alloh dokter,obat dan termasuk batu adalah sebagai perantarannya tidak boleh kita bicara bahwa dokter , obat atau batu itu yng menyembuhkan nya karena dalam Islam akan dianggap Syirik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus pertanyaanya Apakah di Indonesia tidak ada batu seperti ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa di Indonesia banyak, tetapi karena perlu penanganan yang bertehnologi tinggi sehingga sampai saat ini orang Indonesia masih belum bisa ,yah mudah- mudahan kita doakan suatu saat nanti orang Indonesia bisa untuk melakukan penanganan tehnologi seperti demikian&lt;br /&gt;Di negara lain Amerika,Korea,Malaysia sudah mengenal batu ini sejak lama bahkan di China batu seperti ini dipakai media pengobatan sejak jaman Dinasti ming Perlu diketahui bahwa batu ini sebelum dijual telah di teliti selama 27 tahun oleh Profesor dari Jepang yang bernama Dr Tosyiko Yamasaki dan batu ini mengandung unsur Silika Oksida dan Alumunium Oksida dan campuran ini memancarkan FIR yang juga di sebut sinar Bio genetic yang memiliki panjang gelombang 6 – 14 mikron yang telah terbukti oleh para ilmuwan membentu pertumbuhan dan perkembangan sel sehat terutama pada manusia ,hewan dan tumbuhan dan menyebabkan pengionisasian molekul air di sel dan darah tubuh kita yang menyebabkan peningkatan kinerja kesehatan ,metabolisme dan sirkulasi darah dimana berat badan manusia 70% mengandung kadar air ,Bio keramik dibuat dari 20 jenis keramik dengan beberapa mineral oksida dan dipanaskan bersama pada suhu 1600 derajat celcius ,kemudian dibiarkan dingin perlahan –lahan selama menyatu setelah dingin material itu akan memancarka FIR apabila dalam penggunaan batu ini seseorang merasakan sakit maka itu adalah karena adanya krisis penyembuhan dimana tubuh mengalami proses Detoksifikasi ( pembuangan racun) yang di ikuti dengan rasa nyeri apabila sakitnya parah /akut disarankan untuk dihentikan sementara waktu minum air putih yang banyak dan nanti di pakai kembali bila gejala itu hilang faktanya efek yang dirasakan berbeda –beda ada yang sakit ,ngantuk berdasarkan kebutuhan kesehatan kita apabila tidak merasakan apa-apa mungkin tubuh anda sangat sehat dari biasannya walau demikian pada beberapa kasus kegunaan produk ini dalam jangka panjang akan memberikan keuntungan bagi kesehatan dan bertindak sebagai pencegahan penyakit yang akan datang dan produk ini sebagaimana proses pembuatannya dengan menyerap tenaga matahari atau FIR ini berlaku selama matahari ada maka produk ini dapat digunakan dan diwariskan ke anak cucu kita ,setiap orang dalam pengobatan harus memiliki sugesti atau keyakinan untuk sembuh sebab menurut ilmu kedokteran sugesti atau keyakinan memiliki 50-60% untuk mencapai kesembuhan pasien kalau kita tidak yakin kesembuhan tidak terjadi selain itu jangan lupa sebagaimana saya uraikan di atas bahwa penyakit dan kesembuhan itu datangnya dari Alloh selamat mencoba &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-8830163600133983237?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/8830163600133983237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/kalung-bio-fir-alternatif-solusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8830163600133983237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/8830163600133983237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/kalung-bio-fir-alternatif-solusi.html' title='Kalung Bio FIR, Alternatif Solusi Kesehatan Kita'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUeGT_YNmYI/AAAAAAAAABA/aiVb_RHQwHg/s72-c/gmb-bio2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-3487092687313402376</id><published>2008-12-15T23:58:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T23:12:21.167-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Takdir Ada di Tangan Kita....?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUdisngBGjI/AAAAAAAAAA4/KQGIvftjF-A/s1600-h/CIMG0274.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280297606772234802" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUdisngBGjI/AAAAAAAAAA4/KQGIvftjF-A/s320/CIMG0274.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ff9966;"&gt;Apakah saat ini anda sudah merasa sukses? Bahagiakah dengan kehidupan andasaat ini? Sudah tercapaikah semua yang anda impikan?Kira- kira kehidupanseperti apa yang ingin anda jalani? Bagaimana beranjak dari keadaan saatini menuju keadaan Anda yang lebih baik? Apa saja yang harus anda perbuatuntuk untuk memperbaiki kehidupan Anda sekarang?Sejumlah pertanyaan ini menunggu untuk kita renungkan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#33ff33;"&gt;Pertanyaan-pertanya an ini akan menjadi kunci dalam mengembangkan danmemaknai kembali hidup kita. Cobalah kita renungkan dengan mendalam apasaja yang sudah kita lewati dan terlewatkan oleh kita.Sebenarnya apa yang kita harapkan di dunia ini? Apakah harta, kekuasaanatau jabatan? Cobalah tanya pada hati kita masing-masing. Adakah denganharta hidup kita pasti tenang dan tentram? Sekiranya kita diberi jabatandan kekuasaan, apakah menjadi jaminan kita bisa hidup dengan tenang?Sekiranya boleh memberikan benang merah, apakah itu harta, kekayaan,kekuasaan jabatan semuanya tidak akan memberikan ketenangan hidup, kecualikita bisa merasakan manfaat dan bahagia atas itu semua.Selama kita beraktifitas sepanjang hari, kita bertemu dengan beragamtipikal manusia, ada orang kaya pemilik perusahaan-perusaha an besar,profesional yang sangat rapi dan berdasi, namun tidak sedikit darisaudara-saudara kita yang ternyata kurang beruntung secara finansial harusmenjadi pengemis, pengangguran, atau bahkan melakukan tindak kriminal.Kita juga sering mendengarkan atau membaca kisah sukses yang mengagumkandari orang-orang seperti Bill Gates yang sukses dengan microsoftnya danbegitu juga Colonel Sanders dengan KFCnya, Ray Kroc dengan McDonaldnya.Sebenarnya apakah yang membedakan mereka mereka yang sukses dan kayadengan kita? Apakah mereka memang memilih untuk sukses atau memang sudahdilahirkan dalam keadaan kaya dan sukses?Sebelumnya, pernahkah terpikir bahwa rasul dan para sahabat Nabi dan imambesar di waktu itu adalah orang yang sukses dan kaya raya. Pada usia yangrelatif muda, Muhammad SAW dengan berbekal 22 ekor unta muda sebagai maskawin pada saat meminang Khadijah untuk sebagai istrinya. Bayangkan betapasuksesnya bisnis beliau di usia 25 tahun. Kesuksesan Muhammad SAW tidaksaja diakui dikalangan muslim saja, bahkan dunia mencatat keberhasilannyadi segala bidang. Sebuah paduan kesuksesan dalam hal intelektualitas,religius dan militer secara bersamaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Tidak ada seorang pun yangmeragukannya.Professor Jules Masserman, berpendapat bahwa Pasteur dan Salk adalahpemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius padahal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategorikedua dan ketiga (reliji dan militer-pen. ).Jesus dan Buddha mungkin hanyapada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalahMuhammad, yang sukses pada ketiga kategori sekaligus.Bahkan karena kesuksesannya tersebut Beliau dinobatkan sebagai Pemimpinpaling berpengaruh dalam sejarah kehidupan oleh Michael H Hart dalambukunya The 100: A Ranking of The Most Influential Person in History.Michael Hart berkata :"Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkinmengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baikdalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33).Bahkan Seorang ahli sejarah Lamar tine, dalam Histori de la Turquiemenyatakan "Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun,dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau duabidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang iniseringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasitentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifatdan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan merekasehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hiduptokoh-tokoh ini.Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad SAW telah begitu tinggimenggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuahepisode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi danucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga denganteliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja olehkarena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga olehpara penentangnya.Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral,administrator massa, sahabat setia,teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yangpenyayang - semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihiatau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut - hanyadengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih."Pernahkah kita berpikir untuk mengikuti jejak beliau? Menjadikannya sebagiidola atau tokoh favorit untuk menjadi suri teladan kita dalam hidup ini?Jika suatu saat anda harus mengungsi di suatu daerah yang sama sekali andatidak kenal, tanpa uang sepeserpun di tangan. Kemudian datanglah seorangkonglomerat lokal menawarkan separuh dari asetnya buat anda. Kira-kiraapakah akan anda terima sebagai wujud syukur atas rejeki dari Allah atauakan ada tolak karena waktu datang pertama kali sudah bertekad bulat inginmerintis usaha sendiri? Apakah kira-kira dengan cara begitu Anda akansukses?Berabad-abad yang lalu kejadian ini pernah terjadi pada salah seorangsahabat Nabi Muhammad SAW. Siapa yang tak kenal dengan Abdurrahman binAuf. Dikisahkan bahwa beliau adalah seorang entrepreneur sukses yangmemiliki kecakapan dan insting berbisnis yang luar biasa. Saking jagonyadia berbisnis hingga dikatakan bahwa hartalah yang datang menghampirimereka.&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf yang berbunyi :"Sayatidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak"Beliau adalah tokoh populer sebagai sosok sahabat Rasulullah SAW yangterkenal dengan kemandiriannya dalam berbisnis.Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'adBin Rabi' Al Anshori, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Padasaat itu Abdurrahman bin Auf sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Suatuketika Sa'd menawarkan hartanya akan dibagi dua, namun Abdurrahmanmenolak. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Dan disanalah ia mulaiberdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak berapa lama, dengankecakapannya berdagang ia telah mendapatkan kekayaannya kembali. Bahkanhingga memiliki kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa perdagangan.Selain Abdurrahman, dari kaum Muhajirin banyak juga yang telah melakukanhal yang sama. Sebenarnya karena kepandaian orang-orang Mekah itu dalambidang perdagangan sampai ada orang yang mengatakan : denganperdagangannya itu ia dapat mengubah pasir sahara menjadi emas.Kunci sukses Abdurrahman adalah selalu berada di empat tempat. Di masjiduntuk melakukan ibadah kepada Tuhan-Nya, di pasar untuk berbisnis,kemudian di rumah bersama keluarganya dan di medan perang. Seusai perangBadar, ia aktif kembali mengelola bisnisnya yang kian besar.Sebenarnya apa yang membedakannya dengan kita? Apakah sukses itu dipilihdan diraih ataukah beliau memang dilahirkan untuk sukses?Contoh lain yang mungkin banyak kita tidak tahu adalah Konon Imam AbuHanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorangentrepreneur yang sukses. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnyadengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuanganDengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkanislam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnyaitu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnyabahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.Dan jangan ditanya, assetnya pada saat itu jika dikurskan dengan nilaisekarang mencapai 1.7 trilliun.Bagaimana beliau bisa sedemikian sukses? Apakah memang telah direncanakanTuhan dari saat beliau dilahirkan ataukah sukses merupakan jalan yangdipilihnya? Sebenarnya apa yang membedakannya dengan kita? Apakah suksesitu dipilih dan diraih ataukah beliau memang dilahirkan untuk sukses?Dalam era kekinian, pernahkah anda mendengar nama Muhammad Yunus denganGrameen Bank? Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanyayang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh denganmendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.Beliau awalnya hanyalah seorang professor di Fakultas Ekonomi Chittagong,yang sangat tersentuh hatinya tatkala melihat kenyataan hidup diluar.ketika Bangladesh terkena bencana kelaparan. Ia sangat terkejut menemuikenyataan bahwa keluarga miskin di sekitar kampusnya sebetulnya hanyabutuh bantuan uang sangat sedikit untuk dapat mengubah hidup mereka.Ketika beliau memutuskan untuk membantu para ibu yang miskin tersebutdengan meminjaminya uang untuk modal kerja.&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Tak kurang dari 42 orangsenasib berhasil dikumpulkan dengan jumlah pinjaman kurang dari US$27!oleh Muhammad Yunus. "Ya, Tuhan! Ya Tuhan! Seluruh derita semua keluargaitu hanya karena tidak ada uang dua puluh tujuh dollar!" serunya dalamhati. Malamnya ia tidak bisa tidur karena merasa muak dengan dirinyasendiri. Ia sangat shock menemui kenyataan betapa ia mengajarkanteori-teori indah tentang ekonomi dan bicara tentang uang ratusan jutadollar sementara di luar kampusnya ia menemui orang-orang yang begitumiskinnya karena terjerat oleh rentenir. Beliau kemudian memutuskan untukmendirikan Grameen Bank, Bank for the Poor, untuk membantu para orangmiskin tersebut.Tanpa rasa ketakutan bahwa orang miskin yang diberi pinjaman tersebut akanmengemplang layaknya "bos-bos penggelap dana BLBI" grameen bank terusberkembang hingga Pada tahun 2006 , tiga puluh tahun setelah menapakkanlangkah pertamanya di Jobra, Dhaka, Bangladesh, Grameen Bank telah menjadibank independen dengan 1.181 cabang yang bekerja di 42.127 desa denganstaf sebanyak 11.777 orang. Grameen Bank kini telah melesat dan merambahke berbagai sektor. Kini ada Grameen Phone dan Grameen Telecom, jaringanseluler nasional dengan 850.000 pelanggan dimana 24.000 adalah ponsel desayang dioperasikan oleh ‘ibu-ibu ponsel'. Padahal tahun 1997 di seluruhBangladesh, yang memiliki populasi sebear 120 juta, baru ada 97.000 SSTsehingga memiliki ponsel adalah kemewahan luar biasa saat itu.Sebenarnya apakah yang membedakan mereka- mereka yang sukses dengan kita?Apakah mereka memang memilih untuk sukses atau memang sudah dilahirkandalam keadaan kaya dan sukses?Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun apakahkita semua menyadarinya dan dengan penuh kesadaran dan bertindak dengantepat?. Jika kita diciptakan dengan begitu sempurnanya, kenapa ada yangsukses, ada yang gagal, ada yang miskin ada yang kaya dan ada pula yangmenyerah ditengah jalan.Jadi sebenarnya apakah manusia diberi kebebasan memilih atau hanyamenjalankan peran yang diberikan? Adakah kemungkinan diberi kesempatanmengubah peran tersebut di tengah jalan atau sekedar mengalir laksana air?Mulailah bertanya pada diri sendiri ; Apakah kita merasa dipaksa olehseseorang atau sesuatu untuk memilih pekerjaan yang saat ini kita geluti ,apakah kita memilih pasangan hidup yang kita inginkan? dan berbagaipertanyaan serupa lainnya. Dari sini akan tampak jelas jawaban tentangapakah kita memang benar-benar bebas memilih atau sudah ditentukan?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-3487092687313402376?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/3487092687313402376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/takdir-ada-di-tangan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3487092687313402376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3487092687313402376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/takdir-ada-di-tangan-kita.html' title='Takdir Ada di Tangan Kita....?'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUdisngBGjI/AAAAAAAAAA4/KQGIvftjF-A/s72-c/CIMG0274.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-1353295232566918211</id><published>2008-12-15T00:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T02:36:10.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan tak disangka'/><title type='text'>Karikatur, Kenang2an Unik utk Sahabat &amp; Pimpinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SaUeehUZaSI/AAAAAAAAABo/j0nL_uBh97w/s1600-h/100_0463.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306681245614827810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SaUeehUZaSI/AAAAAAAAABo/j0nL_uBh97w/s400/100_0463.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Karikatur, adalah alternatif kenang2an unik yang selayaknya jadi pilihan untuk diberikan kepada sahabat, teman bahkan pimpinan yang akan pindah tempat kerja. Sungguh tak akan terlupakan. Ingin memberikan kenang2an berupa karikatur pada teman, sahabat dan pimpinan anda? Hubungi : &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:wibrahimhadi@gmail.com"&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;wibrahimhadi@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-1353295232566918211?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/1353295232566918211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/karikatur-kenang2an-unik-utk-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/1353295232566918211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/1353295232566918211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/karikatur-kenang2an-unik-utk-sahabat.html' title='Karikatur, Kenang2an Unik utk Sahabat &amp; Pimpinan'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SaUeehUZaSI/AAAAAAAAABo/j0nL_uBh97w/s72-c/100_0463.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8059100274059876577.post-3215818616644747199</id><published>2008-12-14T23:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T00:07:26.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>SENYUMLAH, KARENA ALLAH SEDANG MELEMPARKAN BATUNYA PADAMU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYO1Eeb4XI/AAAAAAAAAAM/M4mjiRp9Vqs/s1600-h/IMG0272A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279923918035738994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYO1Eeb4XI/AAAAAAAAAAM/M4mjiRp9Vqs/s200/IMG0272A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#ffff33;"&gt;Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.&lt;br /&gt;Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.&lt;br /&gt;“Buk….!”&lt;br /&gt;Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.&lt;br /&gt;“Cittt….” ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.&lt;br /&gt;“Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!” Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.&lt;br /&gt;“Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya.“Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.&lt;br /&gt;Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.&lt;br /&gt;“Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.”&lt;br /&gt;Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.&lt;br /&gt;“Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”&lt;br /&gt;Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.&lt;br /&gt;“Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..” Kini, ia mulai terisak.&lt;br /&gt;Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.&lt;br /&gt;“Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.”&lt;br /&gt;Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.&lt;br /&gt;Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.&lt;br /&gt;Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.&lt;br /&gt;Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;“Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.”&lt;br /&gt;Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.&lt;br /&gt;Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.&lt;br /&gt;Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.&lt;br /&gt;Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat:&lt;br /&gt;“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”&lt;br /&gt;Saudaraku, seperti kendaraan, hidup akan terus melaju dari waktu ke waktu. Detik-detik berlalu menyeret kita ke akhir hidup ini.&lt;br /&gt;Dan kita adalah pengusaha muda tadi. Kita fokus dengan apa yang kita kejar. Kita nikmati hasil usaha kita sendiri. Kita bahagia sendirian. Kita pacu kendaraan kita dengan cepat. Kita injak pedal hidup kita dengan mantap untuk meraih tujuan di depan kita secepatnya. Hingga tak jarang kita lupa sekeliling kita.&lt;br /&gt;Saat kita melaju ada banyak hal yang terjadi di kanan kiri kita. Banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran. Banyak hal yang sebenarnya adalah peringatan buat kita. Namun, kita melaju terlalu cepat. Kita terlalu fokus terhadap keinginan kita. Hingga kita lupa segalanya.&lt;br /&gt;Saudaraku, Allah tak pernah berhenti berbicara kepada kita. Dia berbicara lewat lidah orang-orang sekeliling kita. Ia berbicara lewat kejadian-kejadian di alam semesta. Bahkan, ia berbicara langsung kepada nurani kita. Namun, seringkali kita terlalu sibuk dengan diri kita dan tak punya waktu untuk sejenak mendengar ujaran-Nya. Maka dengarkanlah firman-Nya ini:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar,&lt;br /&gt;dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang berkata “Kami mendengarkan”, tapi sebenarnya mereka tidak (mau) mendengar.&lt;br /&gt;Sesungguhnya seburuk-buruknya mahluk di sisi Allah ialah; orang-orang yang bisu dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.&lt;br /&gt;kalau Sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. dan Jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Q.S. Al-Anfal 20-24)&lt;br /&gt;Sudahkah kita berusaha memfungsikan pendengaran kita dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita mendengar firman-firman Allah dalam al-Quran? Atau suara-suara panggilan yang hendak meminta bantuan kita? Atau ajakan-ajakan agar kita lebih peduli kepada sekeliling kita? Ataukah kita akan tetap melaju cepat sampai seseorang melemparkan batunya ke arah kita? Atau sampai Allah sendiri yang melemparkan batu-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8059100274059876577-3215818616644747199?l=ibrahimhadiwibowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/feeds/3215818616644747199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/senyumlah-karena-allah-sedang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3215818616644747199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8059100274059876577/posts/default/3215818616644747199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibrahimhadiwibowo.blogspot.com/2008/12/senyumlah-karena-allah-sedang.html' title='SENYUMLAH, KARENA ALLAH SEDANG MELEMPARKAN BATUNYA PADAMU'/><author><name>Ibrahim Hadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06971868304853546119</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYT6-6opAI/AAAAAAAAAAg/o_8n40hxwCg/S220/IMG0334A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_52vH45mSYKw/SUYO1Eeb4XI/AAAAAAAAAAM/M4mjiRp9Vqs/s72-c/IMG0272A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
